Formula Krim Antiaging Berbahahan Aktif Nanofitosom dan Nanoemulsi Kombinasi Ektrak Kayu Merbau, Daun Pegagan, Limbah Jernang dan Minyak Kulit Jeruk Nipis
| Nama Inventor |
|
|---|---|
| Departemen/Pusat | Departemen Hasil Hutan |
| Status | Ditarik Kembali |
| Nomor Permohonan | P00202112448 |
| Tanggal Permohonan | 31 December 2021 |
| Nomor Paten | |
| Tanggal Pemberian | |
| Jenis Paten | Paten |
| Pemegang Paten | IPB |
| Abstrak | Kayu merbau (Intsia bijuga), daun pegagan (Centella asiaticaI), buah jernang (Daemonorops draco) dan kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku yang memiliki aktivitas antioksidan, antitirosinase dan tabir surya. Invensi bertujuan untuk menentukan sifat fisikokimia krim antipenuaan berbahan aktif ekstrak, nanoemulsi dan nanofitosom kombinasi ekstrak merbau:pegagan dengan nisbah 1:2 dan 2:1 serta kombinasi ekstrak jernang:pegagan 1:1. Formula krim dibuat menggunakan perbandingan bahan aktif terhadap basis krim dengan konsentrasi 4% dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi krim yang dibuat tidak mengalami perubahan bau dan warna meskipun disimpan selama 21 hari pada suhu ruang dan suhu kulkas. Hasil pengukuran pH, viskositas dan saya sebar menunjukan krim yang telah dibuat memenuhi standar SNI 16-4399- 1996. Hasil pengujian kerutan, kecerahan dan alergi dilakukan menggunakan mencit putih menunjukkan bahwa formula F11 (Krim nanoemulsi limbah jernang:pegagan 1:1 konsentrasi 4%), F12 (Krim nanoemulsi limbah jernang:pegagan 1:1 konsentrasi 8%) dan F13 (Krim nanofitosom merbau:pegagan 1:2 konsentrasi 4%) menghasilkan krim yang mampu mengurangi kerutan, mencerahkan kulit serta tidak menimbulkan alergi. |