Kembali

Margarin Rendah Kalori dengan Penambahan lilin Lebah (Apis Dorsata) dan Proses Pembuatannya

Nama Inventor
  • 1.  Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, M.S.
  • 2.  Theresia Dwi Wahyuni
Departemen/Pusat Departemen Gizi Masyarakat
Status Tersertifikasi (Aktif)
Nomor Permohonan P00201709763
Tanggal Permohonan 28 December 2017
Nomor Paten IDP000081536
Tanggal Pemberian 29 April 2022
Jenis Paten Paten
Pemegang Paten IPB
Abstrak

Tingginya konsumsi makanan berlemak menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus penyakit tidak menular. Salah satu sumber lemak yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah margarin. Invensi ini memiliki tujuan utama untuk mengembangkan produk margarin dengan penambahan lilin lebah untuk memenuhi preferensi konsumen dan memenuhi peraturan klaim reduced kalori. Margarin reduced kalori dengan kompisisi utama berdasarkan berat terdiri dari 55% minyak nabati, 25% lilin lebah, 20% akuades, 2% garam, 0.2% flavor mentega, 0.5% GMS, 0.05% antioksidan TBHQ, 0.0075% antioksidan BHT, dan 1% natrium alginat. Margarin reduced kalori memiliki daya terima 83%, titik leleh sebesar 54.1°C dan stabilitas emulsi sebesar 100%. Kadar air, kadar garam, kadar asam lemak bebas, kadar lemak tercerna margarin formula terpilih berturut-turut sebesar 18.58%, 16.05%, 0.25%, 53.53%. Margarin modifikasi memiliki kandungan energi, lemak total, lemak jenuh, dan natrium berturut-turut 35%, 33%, 73%, 24% lebih rendah dibanding margarin komersial di Indonesia. Margarin modifikasi formula terpilih memenuhi syarat klaim reduced kalori dan fewer fat pada peraturan pelabelan produk makanan dari Food and Drug Administration (FDA) 2013. Proses pembuatan margarin invensi hanya menggunakan kisaran suhu 30-80ºC yang berarti membutuhkan daya atau pun kalor yang lebih sedikit sehingga dapat memperkecil biaya produksi.