Kembali

Teknik Biodegradasi Makroalga Laut Sebagai Bahan Energi Alteratif Biogas

Nama Inventor
  • 1.  Dr. Ir. Mujizat Kawaroe, M.Si.
  • 2.  Prof. Dr. Ir. Joko Santoso, M.Si.
  • 3.  Dr. Dwi Setyaningsih, S.T.P., M.Si.
Departemen/Pusat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen Teknologi Industri Pertanian
Status Pemeriksaan Substantif II
Nomor Permohonan P00201608730
Tanggal Permohonan 16 December 2016
Nomor Paten
Tanggal Pemberian
Jenis Paten Paten
Pemegang Paten -
Abstrak Sumber energi berbasis biomassa telah banyak diteliti demi terpenuhinya kebutuhan energi yang semakin meningkat. Salah satunya adalah makroalga yang berasal dari laut. Proses degradasi pada digester anaerobic menjadi salah satu metode dalam menghasilkan biogas dari substrat tersebut. Produksi biogas tidak hanya menghasilkan gas metana tetapi juga menghasilkan gas sampingan yang dapat menurunkan kualitas biogas seperti H2S sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat agar meningkatkan kualitas biogas, salah satunya dengan penyaringan menggunkan filter H2S. Biodigester yang dilengkapi oleh H2S scrubber merupakan salah satu invensi yang dapat menurunkan kandungan H2S pada biogas. Alat biodegradasi sesuai invensi ini terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut: bak input; digester, bak output, dan flow meter dicirikan adanya H2S scrubber, sedangkan metode untuk menghasilkan gas sesuai invensi ini memiliki tahapan sebagai berikut: pengeringan substrat, peremndaman substrat dengan air tawar, aklimatisasi starter, akrimatisasi subsrtat makroalga dengan starter, degradasi anaerobik, dan filtrasi gas oleh H2S scrubber. Kelebihan dan invensi ini adalah design yang minimalis, ukuran relative kecil, materi eksternal bisa digunakan berkali-kali, tidak mudah terkena korosif, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Sedangkan kelemahan dari invensi ini adalah teknologi yang digunakan masih sederhana, memerlukan penggantian komponen/materi internal tergantung dari beban kerja dari H2S scrubber itu sendiri.
gambar